School Level

Senior High

Home > School Level > Senior High
KONSEKUENSI ATAS PELANGGARAN
TATA TERTIB SEKOLAH

NO

PELANGGARAN

KONSEKUENSI

1

Siswa membawa atau memakai dan atau mengedarkan narkoba atau napza

Siswa dikembalikan kepada orangtua-nya untuk direhabilitasi

2

Siswa berkelahi  dan atau terlibat tawuran

Pertama kali:  diberikan surat peringatan pertama dari sekolah, dan ybs ditangani oleh konselor untuk pembinaan;

Kedua kali : pemanggilan orang tua dan diberikan surat peringatan kedua.

Ketiga kali: siswa yang bersangkutan dikembalikan ke orang tua

Catatan:

- Untuk no 3 nilainya 0

- No. 4, 5 & 9 barang disita/ dimusnahkan/dihilangkan

- No. 6 barang curian dikembalikan

- No. 7 konseling dan pemulihan

- No. 8 barang disita oleh pihak sekolah

- No. 10 mengembalikan ke bentuk semula

 

 

 

 

Pertama kali:  diberikan surat peringatan pertama dari sekolah, dan ybs ditangani oleh konselor untuk pembinaan;

Kedua kali : pemanggilan orang tua dan diberikan surat peringatan kedua.

Ketiga kali: siswa yang bersangkutan dikembalikan ke orang tua

 

3

Siswa menyontek / kerjasama saat penilaian (ujian/ulangan/tugas)

4

Siswa membawa majalah/ komik/ kartu/ gambar/ DVD (yang tidak berhubungan dengan KBM).

5

Siswa membawa media atau mengakses hal-hal yang berhubungan dengan pornografi.

  6

Siswa mengambil barang yang bukan miliknya

7

Siswa melakukan perundungan/ bullying secara mental maupun fisik.

8

Siswa membawa  senjata  api.

9

Siswa membawa  senjata tajam/ petasan/ kembang api (yang tidak berhubungan dengan KBM).

10

Siswa melakukan vandalisme (merusak dan mencoret-coret) di lingkungan sekolah

 11

Siswa berpacaran di lingkungan dan dalam kegiatan sekolah secara berlebihan.

No 11 : Yang bersangkutan dikirim ke konselor sampai bisa memperbaiki diri dan pemanggilan orang tua

No 12 : Yang bersangkutan mendapatkan surat peringatan (SP) 2 dan pemanggilan orang tua

12

Siswa merokok di lingkungan dan dalam kegiatan sekolah.

13

Siswa mengendarai mobil sendiri  di dalam lingkungan sekolah

Kunci mobil disita dan orang tua dipanggil ke sekolah untuk mengambilnya, dan ybs dikirim ke konselor

14

Siswa mengendarai motor tanpa surat keterangan (memiliki dan membawa SIM dan surat  izin dari orang tua kepada sekolah)

Kunci motor disita dan orang tua dipanggil ke sekolah untuk mengambilnya, dan ybs dikirim ke konselor

15

Siswa  tidak mengumpulkan telepon genggam selama pelajaran tanpa izin.

Telepon genggam disita 2 hari; pelanggaran kedua telepon genggam disita 1 minggu; lebih dari 3 kali telepon genggam disita 1 bulan (sim card akan dikembalikan).

16

Siswa datang terlambat tanpa informasi dari orang tua.

1 kali terlambat : Mendapatkan teguran lisan dari guru piket dan wali kelas serta melakukan pembiasaan pagi hari dan membuat refleksi diri dalam bahasa Inggris (minimal 200 kata).

2 kali terlambat : melakukan pembiasaan pagi hari dan membuat refleksi diri dalam bahasa Inggris (minimal 200 kata) dan membersihkan ruang kelas (pada break 1 dan 2)

3 kali terlambat : melakukan pembiasaan pagi hari dan membuat refleksi diri dalam bahasa Inggris (minimal 200 kata), membersihkan toilet dan koridor dimana siswa melakukan KBM (break 1 dan 2), ditambah pemanggilan orang tua untuk bertemu guru BK

4 kali terlambat : melakukan pembiasaan pagi hari dan membuat refleksi diri dalam bahasa Inggris (minimal 200 kata) dan selama 1 minggu hadir di sekolah dengan diantar orang tua

17

Siswa membolos/ meninggalkan sekolah tanpa izin

Diserahkan ke Wa. Ka. Kesiswaan, panggil ortu/ wali, serta ditangani konselor (siswa mengerjakan tugas dari pelajaran yang tidak dia ikuti sepanjang  absen pada saat break time). Kalau ternyata ybs sakit: Wajib memberikan surat keterangan sakit dari dokter.

18

Siswa tidak hadir tanpa izin orang tua dalam kegiatan wajib sekolah

Diserahkan dan ditangani oleh guru penanggung jawab kegiatan atau yang mewakilinya dan konselor, dengan sebelumnya siswa membuat laporan kegiatan yang tidak diikuti

19

Siswa mengenakan pakaian tidak sesuai ketentuan yang ditetapkan sekolah (seperti tertulis pada aturan  seragam)

a. Sepatu warna hitam (senin-kamis)

b. Kaos kaki saint peter (senin, selasa, kamis) dan hitam (rabu)

c. Lengan Baju tidak boleh dilipat

d. Dasi (hari senin)

e. Rok dibawah lutut

f.  Seragam pramuka lengkap (rabu)

teguran dan orang tua diminta mengirimkan seragam sekolah yang sesuai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

diberikan teguran dan membuat surat kesepakatan untuk mengembalikan ke warna semula

 

disita sekolah dan pemanggilan orang tua

 

 

disita sekolah

 

ditegur dan diminta untuk pangkas rambut yang sesuai aturan

 

 

 

ditegur dan diminta untuk membersihkannya

ditegur dan mengganti dengan warna yang natural/bening

 

diingatkan untuk makan di luar kelas/kantin

ditegur dan diingatkan

20

Siswa mewarnai rambutnya bukan dengan warna natural dan model yang tidak konvensional

21

Siswa mengenakan perhiasan (gelang, kalung, liontin, cincin, anting secara berlebihan)

22

Siswa menggunakan assesoris berlebihan

23

Siswa laki-laki berambut panjang (depan menyentuh alis, belakang menyentuh kerah baju, samping kanan-kiri menyentuh telinga)

Siswi bermake-up berlebihan

 

Siswa menggunakan soft-lens berwarna

24

Siswa makan di dalam kelas

25

Siswa mencemarkan lingkungan sekolah dengan membuang sampah tidak pada tempatnya

26

Siswa memakai tato baik permanen maupun temporer

Siswa menghapus tato

27

Siswa tidak mengerjakan dan mengumpulkan homework dan atau assignment on time

Guru bidang studi berhak menentukan sendiri konsekuensinya

28

Siswa menggunakan laptop tanpa seizin guru yang bersangkutan

Pertama kali diberi teguran lisan dan laptop ditahan 1 hari

Lebih dari 1 kali : Laptop ditahan 3 hari dan dibina guru BK

29

Siswa terlambat masuk ke kelas tanpa izin

Konsekuensi diberikan oleh guru bidang studi ybs

30

Siswa berperilaku tidak sopan kepada Guru, staff dan karyawan di Sekolah.

Mendapatkan Surat Peringatan (SP) 1

Hal-hal yang belum tercantum di dalam peraturan ini akan diatur berdasarkan kebijakan sekolah seanjang tidak melanggar prinsip-prinsip pendidikan. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di   : Jakarta

Tanggal    : 17 Juni 2022

 

Mengetahui,

Kepala SMA Saint Peter   : Dra. B. Ridwanita H., M.pd 

Wa. Ka. Kesiswaan          : Yoshafat Tatto I., S.S