KETIKA PEKERJAAN YANG BERBICARA

All School Level
Reflections
Home > News

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan ke-6 masa biasa, 15 Februari 2023


KETIKA PEKERJAAN YANG BERBICARA.

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketika Pekerjaan Yang Berbicara. Mulut yang berbicara, pikiran yang menghasilkan ide, dan pidato yang menggugah perasaan dan semangat, merupakan hal-hal yang biasa terjadi di dalam komunikasi. Tetapi pekerjaan yang berbicara dan membuktikan kata-kata atau pikiran yang disampaikan merupakan suatu hal lain yang berbeda.

Seorang pemuda yang baru saja wisuda dari studinya, sedang melakukan sesi wawancara untuk menjadi karyawan di perusahaan yang sesuai dengan pilihannya. Ia menyampaikan niat baik dan pengetahuannya yang menggambarkan bahwa ia seorang pemuda yang pandai dan secara akademik sangat mampu. Tetapi bagian HRD perusahaan menemukan apa yang masih kurang di dalam pemuda itu, yaitu semua yang dibicarakan harus dibuktikan.

Tantangan besar bagi pemuda itu ialah ketika pekerjaan-pekerjaannya yang harus berbicara, sehingga kredibilitas sebagai seorang karyawan semakin meningkat. Ia belum berpengalaman dalam kerja. Beberapa pertanyaan wawancara sifatnya menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Ia berhasil memberikan cara pandangnya, dan dapat diterima oleh pihak yang mewawancarainya. Dengan demikian ia diterima sebagai karyawan.

Pekerjaan yang berbicara adalah bagian dari kebenaran. Orang yang bekerja atau berbuat adalah mereka yang mempertegas dan menegaskan identitasnya sebagai orang-orang dengan panggilan dan profesionalitasnya masing-masing. Seorang guru boleh saja menjelaskan bahwa ia guru yang sangat bertanggung jawab dan dikasihi para muridnya, namun hal itu menjadi sebuah kebenaran kalau dibuktikan dalam interaksinya dengan murid-murid dan disaksikan orang lain.

Nuh yang dilindungi dan dibimbing Allah untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini sesuai dengan kehendak Tuhan, bertindak sedemikian yang menurut logika atau pikiran manusia, suatu perbuatan yang masuk akal dan bertanggung jawab. Ia harus mendapatkan bukti-bukti kehidupan di sekitarnya yang menunjukkan bahwa bencana air bah sudah berhenti. Ia harus bertanggung jawab atas semua orang dan semua makhluk yang berada di bawah kepemimpinannya. Ini merupakan kebenaran suatu kesaksian iman yang sesungguhnya di hadapan Tuhan Allah.

Orang buta yang telah disembuhkan Yesus, akhirnya benar-benar mengetahui dirinya, identitasnya dan lingkungan sekitarnya. Kehidupan dan pekerjaan akan membuktikan dirinya sebagai seorang yang baru. Dunia sekitarnya mengenalnya sebagai orang yang berbicara melalui kehidupan dan pekerjaannya yang baru.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, padanglah kami dan arahkanlah kami kepada jalan kebenaran dan hidup, sehingga kami mendapatkan kehidupan baru di dalam Dikau. Salam Maria... Dalam nama Bapa...